Beginning Of Career
- Stevie Sutikno
- Aug 26, 2022
- 2 min read

Awal mulanya, saya hanya seorang mahasiswa biasa yang bisa dibilang memiliki gaya hidup cukup hedon. Saya juga tidak memiliki visi dan misi yang jelas untuk masa depan, sampai suatu ketika saya mendapati momen yang menusuk pikiran dan hati saya. Waktu itu, saya lagi berkumpul bersama teman-teman saya, kita meluangkan waktu untuk ngobrol, bercanda dan tertawa sampai ke arah obrolan yang membahas tentang uang bulanan/ uang jajan yang dikasih oleh orang tua masing-masing. Disitulah, saya makin tersadar ternyata saya sangat boros dalam menggunakan uang dibandingkan teman" saya yang lain. Tetapi, hal itu tidak mengubahkan gaya hidup saya menjadi lebih baik sampai ketika pandemi covid-19 muncul dimana krisis perekonomian sedang terjadi dimana-mana. Dampaknya sangat terasa bagi keluarga saya yang hanya membuka sebuah toko kecil disebuah desa. Bahkan, uang bulanan saya terpaksa harus diberhentikan dan saat itu saya merasa hidup saya sangat ketergantungan dengan orang tua. Pikiran negatif mulai bermunculan di benak saya membayangkan bagaimana saya akan hidup dengan berkekurangan kedepannya. Disitulah timbul keinginan untuk membantu pekerjaan orang tua saya dengan menjaga toko berharap bisa membantu meringankan beban keluarga. Tapi, ekspektasi saya salah besar karena kenyataannya malah sebaliknya, dan ternyata dunia kerja tidak semudah dan menyenangkan seperti yang terlihat. Setelahnya, saya mulai berpikir untuk mencari dan melamar pekerjaan yang sesuai dengan hobi dan bidang saya, tetapi karena persyaratan yang kurang memadai yang mengharuskan minimal lulusan S1 dan harus menguasai beberapa skill membuat saya makin pesimis dan menyerah oleh keadaan. Sampai pada suatu ketika, munculah sebuah peluang yang disharingkan oleh seseorang yang saya tidak kenal, bahkan ternyata beda kota. Dan saya sangat tertarik sewaktu melihat penjelasan bisnis yang dijelaskan dikarenakan beberapa hal terutama karena sistem kerjanya yang fleksibel dan simple serta adanya dukungan dan bantuan dari komunitas. Dan sampai sekarang, saya tidak pernah menyesal dan malah merasa sebaliknya. Keputusan yang saya buat untuk gabung saat itu juga membentuk karakter dan mindset saya yang sebelumnya hanya seseorang biasa menjadi seorang entrepeneur yang bisa mandiri, dan lebih berkembang dari segi karakter, mindset, gaya hidup, pengambilan keputusan.
Comments